Selasa, 05 Juni 2012

Makalah RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU

RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU
(18 Nopember 2011)


  

Makalah Ini Untuk Di Seminarkan Dalam Kelas dan Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Filsafat Ilmu



Disusun Oleh :
Rayhan Imam Irfa'i Ar-razzi
                 NIM: 08522022                                     







Dosen Pembimbing:
Prof.Dr.H.Amin Abdullah,MA








FAKULTAS DAKWAH  DAN KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI RADEN FATAH
PALEMBANG
2011



A.ILMU SEBAGAI OBJEK KAJIAN FILSAFAT
            Pada dasarnya,setiap ilmu  memilki  dua objek:
1.Material
            adalah sesuatu yang di jadikan sasaran penyidikkan ,seperti  tubh manusia adalah objek  material  ilmu kedokteran
2. Objek Formal
            Metode untuk memahami objek material tersebut, seperti pendekatan  induktif dan deduktif.
           
            Filsafat  sebagai  proses berfikir yang sistematisn dan radikal juga memiliki  objek material dan objek formal. Objek material filsafat  adalah segala yang ada , segala yang mencangkup ada yang tampak  dan ada yang tidak tampak. Ada yang tampak  adalah dunia empiris  sedangkan yang tidak tampak alam metafisika.
Sebagai filosof membagi objek material filsafat  atas tiga bagian yaitu  alam emperis, yang ada dalam  pikiran ,dan yang ada dalam kemunkinan.
Adapun ,objek formal filsafat  adalah suduut pandang  yang menyeluruh,radikal dan rasional tentang segala yang ada.
            Karena  itu, filsafat oleh para filosof di sebut  sebagai induknya ilmu. Sebab ,dari filsafatlah,ilmu-ilmu modern dan konteporer berkembang. Awalnya filsafat  terbagi  pada teoritis dan praktis, filsafat teoritis mencangkup , metafisika,fisika,matematika dan logika sedangkan  filsafat praktis adalah ekonomi,politik,hokum dan etika. Setiap bidang ilmu ini kemudian  berkembang  dan menspesialisasi, seperti berkembang menjadi biologi,biologi berkembang  menjadi  anatomi ,kedokteran dan kedokteran  tersepesialisasi menjadi beberapa bagian .perkembangan ini dapatc di ibaratkan  sebuiah pohon  dengan cabang dan ranting yang semakin lama semakin rindang.

B. PENGERTIAN FILSAFAT ILMU
1. Filsafat  dan Hikmah
            Filsafat dalam bahasa inggris, yaitu:Philosophy, adapun  istilah filsafat  berasal bahasa Yunani: Philosophia,yang terdiri atas dua kata:  Philos(cinta, loving) atau philia(persahabatan,tertarik kepada)dan sophos(‘hikmah’,kebijasanaan,pengetahuan ,ketrampilan,pengalaman praktis,intelegensi).jadi,secara etimologi,filsafat berarti cinta kebijasanaan  atau kebenaran (love of wisdom). Orangnya disebut filosop yang dalam kamus bahasa Arab di sebut Failasuf.[1]
            Harun Nasution mengatakan  kata filsafat berasal  dari bahasa arab falsafa dengan dengan wazan(timbangan)fa’lala,fa’lalah dan fi’lal. Dengan demikian ,menurut Harun Nasution ,kata benda dari falsafa  seharusnya  falsafah dan filsaf. Menurutnya, dalam bahasa Indonesia banyak terpakai  kata filsafat,padahal bukan berasal dari kata  Arab  falsafah  dan bukan dari  kata inggris Philosophy. Harun Nasution mempertanyakan  apakah kata fil berasal dari bahsa ingggris dan safah di ambil dari bahasa Arab,sehingga terjadi gabungan keduanya,yang kemudian menimbulkan kata filsafat.[2]
            Harun  Nasution berpendapat bahwa istilah filsafat berasal dari bahasa Arab karena orang Arab lebih dulu datang dan sekaligus mempengaruhi bahsa Indonesia dari pada orang dan inggris. Oleh  karena itu konsisten  menggunakan  kata falsafat,bukan filsafat. Buku – bukunya mengenai”filsafat”ditulis dengan falsafat,seperti falsafat Agama dan falsafatc dan mistisme dalam islam.
            Adapun beberapa  pengertian pokok tentang filsafat menurut kalangan  filosop adalah:
1.      Upaya spekulatif untuk menyajikan  suatu pandangan  sitematika  serta lengkap  tentang seluruh  realitas
2.      Upaya untuk melukiskan hakiakat realitas akhir dan dasar  serta nyata.
3.      Upaya untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan : sumbernya,hakikatnya,keabsahannya, dan nilaianya.
4.      Penyelidikan kritis atas pengandaian-pengandaian dan pernyataan-pernyataan  yang di ajukan  oleh berbagai  bidang pengetahuannya.
5.      Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu  anda melihat  apa yang ada katakanlah dan untuk mengatakan apa yang anda lihat.
Beberapa definisi dari filosop terkemuka yang cukup repreesentatif,baik dari segi zaman  maupun kualitas pemikiran
  1. Pythagoras(572-497) filosop yang pertama kali menggunakan kata filsafat,dia mengemukakaan bahwa manusia dapat di bagi  tiga tipe: mereka mencintai,kesenangan ,mereka yang mencintai kegiatan,dan mereka yang mencintai kebijaksanaan.
  2. Plato(427-347SM) filsafat adalah penemuan kenyataan atau kebenaran yang absolute(keduanya sama dalam pandangan),lewat”dialektikaa”
  3. Aristoteles(384-332),tokoh utama filsafat klasik,filsafat menyelidiki sebab dan asas segala terdalam dalam wujud. Karena itu ia menamakan filsafat dengan “teolog” atau filsafat pertama.
  4. Al-Farabi(W.950 M)  seorang filosof muslim terbesar sebelum Ibnu Sina berkata: “filsafat adalah ilmu tentang alam yang Maujud dan bertujuan menyelidiki hakikatnya yang sebenar-benarnya.
  5. Ibnu Rusyd(1126-1198) filsafat atau hikmah merupakan pengetahuan“otonom”yang perlu di kaji oleh manusia karena dia di karuniai akal . alqur’an filsafat mewajibkan manusia berfilsafat untuk menambah danc memperkuat keimanan kepada Tuhan.
  6. Immanuel Khant(1724-1198 M),filsafat adalah ilmu dasar  segala pengetahuan ,yang mencangkup  di dalamnya empat persoalan, yaitu:
  1. Apakah yang dapat kita ketahui?(dijawab oleh metafisika)
  2. Apakah yamng boleh kita kerjakan?(di jawab oleh etika/norma)
  3. Sampai dimanakah penghargaan kita?(di jawab oleh agama)
  4. Apakah yang di namakan manusia?(di jawab oleh  antropologi)
Sutan Takdir Alisjahbana filsafat adalah berfikir dengan insaf maksutnya berfikir   dengan teliti menurut aturan yang pasti.
Deng Fung Yu Lan  filosof Dunia timur filsafat adalah pikiran sistematis dan refleksitentang hidup.
H.Hamersama mengatakan filsafat adalah sebagai pengetahuan metodis,sistematis,dan koheren  tentang seluruh keyataan.
Harun Nasution mengatakan bahwa filsafat adalah berfikir menurut tata tertib(logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi,dogma dan agama)dan dengan sedalamdalamnya,sehingga sampai keadasar-dasarnya persoalanya.
Menurut Sidi Gazalba filsafat  adalah  berfikir secara mendalam ,sistematik,radikal,dan universal dalam rangka mencari kebenaran,inti atau hakikat menegenai segala sesuatu yang ada, ada tiga cirri pokok filsafat:
1.Adanya berfikir dalam menggunakan akal
2  Adanyaq unsure tujuan yang ingin di capai malalui berfikir
3.Adanya unsure cirri yang dalam berfikir yaitu secara mendalam.

Ibnu Mundzir ,penulis kamus standar bahasa arab Lisan al-Arabi,menjelaskan bahwa istilah hikmah berarti terhindarc dari kerusakan dan kezaliman ,karena hikmah dadalah ilmu yang sempurna dan manfaat.

2.Pengertian Ilmu
            Ilmu berasal bahasa arab “Alima,ya’lamu, ‘ilman, dengan wazan fa’ila,yaf’alu yang berarti  memeahami benar-benar.
Ciri-ciri utama ilmu menurut terminology antara lain:
  1. .Ilmu adalah sebagai pengetahuan  bersifat koheren,emperis,sistematis,dapat di ukur  dandi buktikan  
  2. Berbeda dengan pengetahuan ,ilm tidak pernah mengartikan  kepingan pengetahuan satu putusan tersendiri sebaliknya ilmu menandakan  seluruh kesatuan ide yang mengacu  ke objek(alamobjek)yang sama dan berkaitan  secara logis.
  3. Ilmu tidak memrlukan kepastian yang lengkap nberkenaan dengan masing-masing penalaran perorangan,sebab ilm dapat memuat  di dalamnya diri sendiri hipotesis-hipotesis dan teori-tori yang belum mantap.
  4. Ide  bahwa metode-metode yang berhasil  dan hasilnya yang terbukti pada dasarnya harus terbuka kepada semua pencari ilmu
  5. Ciri hakiki lainnyadari ilmu ialah metodologi.
  6. Kesatuan setiap ilmu bersumber di dalam kesatuan  objeknya.                                                                                                                                                  

 Adapun beberapa definisi ilmu menurut para akhli ,di antara adalah.
    • Muhammada Hatta ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentan pekerjaan  hokum kausal dalam  suatu golongan masalah yan sama tabiatnya,maupun menurut  bangunannya dari dalam
    • Ralph Ross dan Van Den Haag Ilmu adalah  yang emperis,rasional umum dan sistematis dan serentak.
    • Karl Pearson ilmu adalah lukisan atau keterangan  yang komprehensip dan konsisten tentang fakta  pengalaman dan istilah.
    • Ashely Montagu,Guru Besar Antropologi  di Rutgers university,Ilmu adalah  pengetahuan yang di susun  dalam satu system  yang berasal pengamatanm ,study dan percobaan untuk menentukan  hakikat prinsip tentnag hal yang di kaji.

    • Harsojo,Guru Besar Antropologi di Universitas Pajajaran,menerangkan bahwa ilmu
1.      Merupakan akumulasi  pengetahuan yang sistematis
2.      Suatu pendekatan  atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia emperis.
3.      Suatu cara menganalisis yng mengizinkan kepada ahli-ahliuntuk menyatakan  sesuatu  proposisi dalam bentuk: “jika…..,maka..”

Seteah  di pahami  pengertian filsafat,Ilmu ,dn pengetahuan  maka dapat di simpulkan  bahwa filsafat ilmu merupakan kajian  secara mendalam  tentan dasar-dasar ilmu,sehingga filsafat ilmu merupakan  perlu menjawab  beberapa persoalan berikut:
  1. Pertanyaan landasan ontologi : Objek apa yang di telaah? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek   tersebut?bagaimana korelasinya antara objek tadi  dengan daya tangkap manusia(seperti berfikir,merasa,dan mengindra)
  2. Pertanyaan landasan Epistimologi: Bagaimana proses pengetahuan yang masih berserakan dan tidak teratur itu menjadi ilmu?bagaimana  prosedur dan mekanismenya.
  3. Pertanyaan landasan Aksiolog: untuk apa pengetahuan yang berupa ilm pengetahuan di gunakan ,bagaimana cara penggunaanya dengan kaidah moral.
3. Persamaan dan perbedaan  filsafat dan ilmu
Persamaan dan perbedaan  filsafat dan ilmu adalah sebagai berikut:
  1. Keduanya mencari rumusan yang sebaik-baiknyamenyelidiki objek selengkap-lengkapnya sampai ke akar-akarnya.
  2. keduanya memberikan  pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian-kejadian  yang kita alami dan mencoba menunjukan sebab-sebabnya
  3. Keduanya hendak memberikan sintetis yaitu suatu pandangan yang bergandeng.
  4. keduanya mempunya metode dan system
  5. Keduanya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruh timbul dari hasrat manusia(objektivitas)akan pengetahui yang lebih mendasar.
Adapun perbedaan filsafat dan ilmu adalah sebai berikut:
    • Objek material (lapangan)filsafat itu bersifat universal(umum)segala sesuatu  yang ada. Sedangkan objek material ilmu  itu bersifat khusus dan emperis.
    • Objek formal(sudut pandang) fil;safat itu bersifat non fragmatis kerena mencari pengertian  dari segala sesuatu  yan ada tu secara luas mendalam dan mendasar. Sedangkan fragmatis,spesifik dan intensif.

    • Filsafat dilaksanakan  dalam suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi ,kritis dan pengawasan, sedangkan ilmu haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial and error,oleh karena itu  ,nilai ilmu terletak oleh kegunaan pragmatis sedangkan filsafat timbul  dari nilai.
    •  Filsafat memuat pertanyaan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas sehari-hari,sedangkan ilmu bersifat dikursif yautu menguriakan  secar logis yang di mulai dariu tidak tahu.
    • Filsafat memberikan penjelasan yang terakhir,yang mutlak, dan mendalam dan sampai mendasar(primary cause).
                                                                                                        

C. Tujuan Filsafat Ilmu
Tujuan filsafat ilmu adalah:
  1.  mendalami unsure-unsur pokok ilmu,secara menyeluruh kita dapat memahami sumber,hakikat dan tujuan ilmu.
  2.  memahami sejarah pertumbuhan ,permbangan dan kemajuan ilmu berbagai bidang, sehingga kita dapat  gambaran ilmu kontemporer secra  histories.
  3. jadi pedoman para dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi,terutama untuk membedakan pengetahuan ilmiah dan nonilmiah.
  4. mendorong para ilmuwan  untuk tetap konsisten dalam mendalami ilmu dan mengembangkannya.
  5. mempertegas bahwa dalam persoalan  sumber dan tujuan antara ilmu  dan agama tidak ada pertentangan.

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU 
A.LANDASAN ILMU PADA ZAMAN YUNANI 

           Untuk mengetahui filsafat yunani perlu di jelasakan lebih dahulu asal kata filsafat. Sekitar abad ix sm atau paling tidak 700 sm, di yunani ,shophia di beri arti kebijaksanaan shophi berarti  kecakapan. Kata philosophos mula-mula di dikemukakan dan di temukan  oleh heraklitos (540-480 sm). Ada yang mengatakan yang menemukan adalh  pythagoras(580-500 sm) namun  pendapat  yang lebih tepat  adalah pendapatc  yang mengatakan bahwa heraklitoslah yang pertama menggunakan istilah tersebu. Menurutnya , philosophos (ahli filsafat) herus mempunyao pengetahuan yang luas sebagai pengejawantahan  dari pada kecintaanya akan kebenarannya dan mulai benar-benar jelas di gunakan kaum sofis  dan socrates yang memberi arti  philosophein sebagai penguasa secara sistematis terhadap pengetahuan tioritis. Philosophein dari kata philosophia itulah yang nantinya timbul kata-kata philosophie(belanda,jerman,perancis),philosophy(inggris). Dalam bahasa indonesia  di sebut filsafat atau falsafaht.
            Puncak kejayaan Filsafat Yunani  terjadi pada masa  Aristoteles(384-322 SM). Ia murid Plato, seseorang filosop yang berhasil  menemukan persoalan persoalan besar filsafat  yang di persatukan dalam satu sitem: Logika, matematika,fisika,dan metafisika. Logika  Aristoteles  berdasarkan pada analisis bahasa yang disebut silogisme. Pada dasarnya silogisme terdiri dari  tiga premis:
  • Semua manusia akan mati (premis mayor)
  • Socrates  seorang  manusia (premis minor)
  • Socrates akan mati (konklusi)

Logika aristoteles  ini juga di sebut dengan deduktif,yang mengukur valid atau tidak nya sebuah pemikiran.
Aristotelesc yang pertama kali  membagi filsafat  pada hal  yang teoritis  dan praktis Yang teortis mencangkup logika ,metafisika,dan fisika, sedangkan   yang praktis mencangkup etika,ekonomi ,dan politik. Pembagian ilmu inilah vyang menjadi pedoman juga  bagi klasifikasi  ilmu di kemudian hari.
Filsafat Yunani yang rasional  itu boleh di katakana berakhir setelah Aristoteles menuangkan pemikirannya. Tetapi sifat rasional itu  masih du gunakan selama berabad-abad sesudahnya sampai sebelum filsafat bener-benar memasuki dan tenggelam  dalam abad pertengahan. Namun jelas, setelah periode ketiga  filosop besar itu mutu  filsafat  semakin merosot. Kemunduran  filsafat itu sejalan dengan kemunduran politik ketika itu,  yaitu sejalan dengan terpecahnya kerajaan  Macedonia menjadi pecahan-pecahan kecil setelah wafatnya Alexander The Great. Tepatnya pada ujung  zaman Helenisme, yaitu  pada ujung  sebelum masehi  menjelang  Neo Platonisme,filsafat  bener-bener mengalami kemuduran.


B. Perkembangan Ilmu Zaman  Islam

            Kalau dilacak akar sejarahnya, pandangan islam tentang pentingnya ilmu tubuh bersamaan dengan munculnya islam itu sendiri . Ketika Rasulullah Saw. Menerima wahyu pertama , yang mula-mula diperintahkan kepadanya adalah “membaca”.jibril memerintahkan Muhammad dengan bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Peritah ini tidak sekali diucapkan jibril tapi berulang-ulang sampai Nabi dapat menerima wahyu tersebut. Dari kata Iqra inilah kemudian  lahir aneka makna seperti menyampaikan,menelaah,mendalami,meneliti, menegetahui  cirri sesuatu , dan  membaca teks baik yang tertulis maupun tidak. Wahyu itu menghendaki umat islam  untuk senantiasa “membaca” dengan di landasi  bismi Rabbik, dalam arti hasil bacaan itu nantinya dapat bermanfaat untuk kemanusiaan.

C. Kemajuan Ilmu Zaman Renaisans dan Modern

1. Masa Renaisans dan modern (Abad ke 15-16)

            Renaisans merupakan era sejarah  yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandun arti  bagi perkembangan ilmu. Zaman yang menyaksikan  di lancarkannya   tantangan gerakan  reformasi terhadap keesaan dan supremasi gereja katolik Roma, bersamaaan dengan berkemangnya Humanisme. Zaman ini merupakan penyempurnaan  kesenian,keahlian , dan ilmu  yang di wujudkan dalam diri jenius serba bisa, Leonardo da Vinci. Penemuan percetakan  (kira-kira1440) dan di temukannya benua beru(1492) oleh Columbus memberikan dorongan lebih keras  untuk meraih kemajuan ilmu. Kelhiran kembali sastra inggris ,prancis dan Sepayol  yang di wakili  Shakespeare, Spencer, Rabelais, dan Ronsard.  Pada masa itu seni juga mengalami kemajuan , adanya penemu para akhli perbintangan  seperti  Copernicus dan Galilieo menjadi dasar bagi munculnya Astronomi  modern yang merupakan titik  balik dalam pemikiran ilmu  dan filsafat.
             Teori  Copernicus  ini melahirkan Revolusi  pemikiran tentang  alam semesta  terutama astronomi. Bacon adalah pemikir yang seolah-olah keluar dari zamannya dengan melihatnya perintis filsafat ilmu. Ungkapan bacon terkenal adalah   Knowledge  is  power ( Pengetahauan Adalah Kekuasaan)  ada tiga contoh  yang dapat membuktikan  pernyataan ini  yaitu :
  1.  Mesin menghasilkan  kemenangan  dan perang modern,
  2.  Kompas memungkinkan  manusia mengarungi  lautan,
  3.  Percetakan yang mempercepat  penyebaran Ilmu.

            Penemuan  Copernicus  mempunyai pengaruh  luas dalam kalangan sarjanah,antara lain  Tycho Brahe dan  Johannes Keppler. Tycho Brahe (1546-1601) adalah seorang bangsawan yang tertarik pada sistem  astronomi baru. Ia  membuat alat-alat yang ukuranya besar sekali untuk mengamati bintang-bintang dengan teliti. Berdasarkan alat-alat yang besar itu dandengan ketukunan serta ketelitian  pengamatannya, maka bahan yang dapat di kumpulkan selama 21 Tahun sangat besar artinya untuk ilmu  dan keperluan sehari-hari.
Hal yang di temukan Keppler adalah perbandingan  antara  dua buah pelanet, mislnya A dan B. bila waktu yang di butuhkan  untuk melintasi  orbit oleh masing-masing  planet  adalah P dan Q, sedangkan jarak rata-rata dari planet B kematahari  adalah X dan Y, maka P+: Q+ = X+:Y+. dengan demikian Keppler menemukan tiga buah  hokum astronomi ,yaitu:
1.      Orbit dari semua planet berbentuk Elips
2.      Dalam waktu yang sama ,garis penghubung antara planet  dan matahari  bidang yang luasnya sama.
3.      Bila jarak rata-rata dua pelanet A dan B dengan matahari  adalah X dan Y, sedangkan waktu  untuk melintasi  orbitan masing-masing adalah P dan Q, maka P+: Q+= X+:+.
            Ketiga  hukum  keppler  itu di temukan  setelah di lakukan  perhitungan selama kira-kira sepuluh tahun  tanpa logaritma, karena pada waktu itu belum ada logaritma. Dari karya-karya Tycho dan keppler tersebut dapat di tarik  bebrapa pelajaran . pengumpulan bahan pengamatan  yang teliti  dan ketekunan yang terus menerus menjadi landasan peling utama  untuk perhitungan yang peling tepat . Perhitungan yang tepat memaksa  di singkirkan semua tahayul, missal tentanmg pergerakan  sempurna atau  pergerakan sirkuler . bahan dan perhitungan  yang teliti merupakan  suatu jalan untuk menemukan  hokum-hukum alam  yang murni dan berlaku  universal.

2. Zaman Modren (ABAD 17-19) 
            setelah Galilio, fermat, Pascal,  dan keppler  berhasil mengembangkan  penemuan mereka  dalam ilmu , mka pengethauan terpencar-pencar  itu jatuh kedua tangan sarjanah,mereka  adalah Isaac Newton(1643-1727) terkenal denangan teori gravitasi dan Leibniz(1646-1716). Di tangan inilah ,sejarah Ilmu modrn di mulai.
Josep  Black(1728-1799) di kenal  sebagai pelopor dalam pemeriksaan  kualitatif, ia penemu gas CO2.
Sejak teori Dalton  tentang atom  terus dapat di gunkan  dalam lapangan  ilmu kimia juga oleh  Frederrich Wohler(1800-1882)  untuk menemukan sintetis urea dalam tahun 1828. Pada tahun 1859 , henry bacquerel (1852-1908) suami istri curie(1859-1906) dan j.j. Thompson (1897) menemukan radium, logam yang berubah menjadi logam laen, sedangkan Thompson menemukan electron.

3. Ilmu Yang Berbasis Rasionalisme Dan Emperisme
             Dalam positivisme Auguste Comte, ia membedakan  evolusi manusia dalasm pemikiran manusia. Teori tersebut terkenal dengan teori  “teori tiga tahap” berdasarkan teori ini , seluruh sejarah  pemikiran  manusia  berevolusi  dari tahap  teologi  ketahap  falsafi, dan akhirnya pada tahap positivisme.

4.  Perkembangan Filsafat Pada Zaman Modern  

             Pada  zaman  modern  dari berbagai aliran  muncul pada dasarnya corakx pemikiran  filsafat sufisme yunani, sedikit pengecualian  pada kant. Paham-paham yang muncul  dalam garis  besarnya adalah  rasionalisme, idealisme, dan empirisme. Fitche(1762-1814) yang terkenal dengan pemahaman idialisme subjektif merupakan  murid khan . sedangkan  Scelling, filsafatnya di kenal  dengan filsafat idialisme objejktif. Dan  dan idialisme di sintetiskan  dalam filsafat idialisme mutlaknya Hegel (1770-1831)

PENGETAHUAN DAN UKURAN KEBENARAN
A. DEFINISI  DAN JENIS PENGETAHUAN
            Secara  etimologi  pengethuan  berasal dari kata  dalam bahsa inggris yaitu Knowledge. Dalam  Encyclopedia of Phisolophy di jelaskan  bahwa definisi pengetahuan  adalah kepercayaan  yang benar (knowledge isjustifield true belief). Sedangkan menurut terminology  difinisi engetahuan menurut Drs. Sidi Gazalba, pengetahuan adalah  apa yang di ketahui atau di hasil pekerjaan tahu, Pekerjaan tahu adalah  hasil dari  kenal, sadar, insaf, menegrti , dan pandai. Dengan demikian pengetahuan adalah hasil proses dari usaha  manusia untuk tahu.

1. Jenis Pengetahuan
            Burhanuddin Salam ,mengemukakaan bahawa pengetahuan yang di miliki manusia ada empat,yaitu:
  1.  Pengetahuan biasa,yakni pengetahuan  yang dalam filsafat di katakana dengan  istilah  common sense, dan sering diartikan dengasn  good sense,karena seseorang memiliki  sesuatu dimana  ia menerima baik.
  2. Pengetahuan ilmu ,yaitu ilmu sebgai terjemahaan  dari science. Dalam pengertian sempit science diartikan  untuk menunjukakan ilmu pengetahuan  alam ,yang sifatnya kuntitatif dan objektif.
  3. Pengetahuan berfilsafat , yakni pengetahuan  yang di perole  dari pemikiran yang bersifat  kontemplatif dan  spekulatif.
  4. Pengetahuan  Agama, yakni pengetahuan yang hanya di peroleh dari Tuhan dan para utusanNya.   

2. Perbedaan Pengetahuan dengan Ilmu]

            Dalam Kamus Besar  Bahasa Indonesia ilmu di sdamakan  artinya dengan pengetahuan, ilmu adalah pengetahuan. Daric asal katanya, dapat kita pahami  pengetahuan  berasal dari bahasa  Inggris yaitu knowledge,sedangkan ilmu di ambil  dari kata Science dan peralihan dari kata Arab Ilm. Dalam Encyclopedia Americana,di jelasakan bahwa ilmu(science)adalah pengetahuan  yang bersifat  positif dan sistematis.

B. HAKIKAT DAN SUMBER PENGETAHUAN
 Kajin pengetahuan meliputi:
 1. Hakikat Pengetahuan
            Pengetahuan pada hakikatnya adalah  keadaan mental (mental state). Mengetahui sesuatu  adalah menyusun  pendapat suatu objek ,dengan kata lain  menyusun gambaran  tentang fakta di luar akal.
            Ada dua teori  untuk mengetahui hakikatc  pengetahuan  yaitu:
a. Relisme
             Tori ini mempunyai  pandangan realistis terhadap alam. Pengetahuan menurut realisme adalah gambaran atau kopi  yang sebenarnya dari apa yang ada dalam alam nyata(dari fakta atau hakikat).
 Menurut Prof.Dr..Rasjidi, penganut agama perlu sekali mempelajari  realisme dengan alasan:
1.      Dengan menjelaskan  kesuitan-kesulitan dalam pikiran. Kesulitan da pikiran tersebut adlah megatakan bahwa tiap-tiap kejadian  dapat di ketahui  hanya dari segi  subjektif.
2.      Dengan jalan memberi pertimbangan-pertimbangan  yang positif.

2. Idialisme
            Ajaran idialisme menegaskan bahwa untuk mendapatkan  pengetahuan yang benar-benar sesuai dengan kenyataan  adalah mustahil. Pengetahuan adalah proses-proses mental atau  proses psikologi yang bersifat  subjektif.

2. Sumber Pengetahuan
 sumber pengetahuannya adlaah sebagai berikut:
1.      Emperisme asal kata dari bahasa Yunani  empeirikos artinya pengalaman, menurut liran ini mausi memperoleh pengetahuan dari pengalamannya.
2.      Rasionalisme, Aliran ini menyatakan  bahwa akal  adalah dasr kepastian  pengetahuan. Pengetahuan  yang bena di peroleh dan di ukur dengan akal. Manusia memperoleh pengetahuan melalui kegiatan  menangkap objek.
3.      Intuisi , menurut  Henry Bergson intuisi adalah hasil  dari evolusi pemahaman yang tinggi.
4.      Wahyu , adalah Pengetahuan  yang di sampaikan  oleh  Allah kepada  manusia lewat perantara  para nabi.

C. UKURAN KEBENARAN
·          Teori  Korespodensi, adalah  kebenaraan keadaan benar itu apabila ada kesesuaian  antara arti  yang di maksudc  oleh suatu pernyataan  atau pendapat  dengan objek  yang di tuju oleh  pernyataan  atau pendapat tersebut.
·         Teori Koherensi Tentang kebenaran ,yaitu yang sering di sebut The coherence theory of truth. Menurut ini kebenaran tidak di bentuk atas  hubungan antara putusandengan sesuatu yang lain yaitu fakta atau realitas.
2. Teori Pragmatisme Tentang kebenaran
 pragmatisme berasal dari kata yunani  pragma artinya  yang di kerjakan  yang di lakukan,  perbuatan,tindakan, sebutan bagi filsafat  dan di kembangkan  William James di amerika. Menurutnya  filsafat ini benar tidak  suatu ucapan ,dalil atau teori  semata.



 














  






[1] Amsal bakhtiar,filsafat Agama,(Jakarta:logos,1997),hlm.7.
[2] Harun Nasution,Filsafat Agama,(Jakarta:Bulan Bintang,1979),cet.III,hal.9.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar