Jumat, 15 Juni 2012

SEMANGAT DALAM DAKWAH

MOTIVASI DALAM DAKWAH

KATA PENGANTAR
            Segala puja dan puji marilah sama-sama kita ucapkan kepada Allah Swt yang telah menciptakan kita dalam keaadaan sempurna. dan telah menganuggrahi kita akal dan pikiran. sehigga pada saat ini kita masih dapat mempergunakan akal tersebut untuk berpikir yang positif. Salawat dan salam tak selupanya kita haturkan kepada ruh junjungan alam ya`ni Nabi besar Muhammad Saw. Yang telah membawa kita dari alam yang penuh dengan kesesatan dibawanya kealam yang penuh ilmu pengetahuan boleh dikatakan MINAJJULUMATI ILANNUR yang sampai saat ini masih kita kecap buah dari perjuangan beliau. Dan terima kasih kami ucapkan kepada semua rekan-rekan Mahasiswa yang turut berartisipasi dalam rangka diskusi kita dalam membahas masalah ”MOTIVASI DALAM DAKWAH’’ ini. dan terima kasih kami ucapkan kepada dosen pengasuh mata kuliah PSIKOLOGI DAKWAH ini yang telah sangat banyak membantu kami dalam menyepurnakan makalah ini. 
                                                                                                                                                          
PENDAHULUAN

Adapun psikologi dakwah itu sendiri adalah merupakan ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu yang menyangkut jiwa dari pada Da’i serta sasaran-sasaran dakwah baik secara individual maupun kelompok social, merupakan pengetahuan uyang lebih bersifat praktis dari pada teoritis. Sifat demikian membawa kepada fleksibilitas yang luas dengan memperhatikan factor-faktorsituasi dan kondisi sasaran yang di hadapi, justru oleh karena manusia adalah makhluk hidup menurut waktu dan tempat.
Adapun factor situasi dan kondisi tersebut banyak menyangkut masalah kecenderungan, keinginan, kemauan/kehendak, perhatian, minat, perasaan, dan segala aspek kejiwaan yang mengandung tendensi perkembangan dalam larangan hidup manusia. Semua kemampuan dan tendensi kejiwaan dirangsang dan di gerakkan kearah tujuan dakwah/penerangan agama. Dengan demikian maka tugas psikologi dakwah adalah memberi landasann dan pedoman kepada metodologi dakwah karena metodologi baru dapat aktif dalam penerapannya bilamana di dasarkan atas kebutuhan-kebutuhan hidup manusia sebagaimana di tunjukkan kemungkinan perumusannya oleh Psikologi

 MOTIFAASI DALAM DAKWAH

A. Maksud dan pengertian  motivasi.

Istilah motiv mengacu pada sebab atau mengapa seseorang berprilaku dan dari kata motiv inilah terbentuk kata motivasi yang mana motivasi tersebut mempunyai makna suatu pernyataan yang komplek di dalam suatu organism yang mengarahkan pada tingkah laku sesuatu atau perangsang. Bila di pakai dalam arti ini , maka motivasi akan meliputi segala aspek psikologi. Suatu organism yang di motivasi akan melakukan aktivitasnya secara lebih giat dan lebih efesien di bandingkan dengan organism yang beraktivitas tanpa adanya motivasi. Selain menguatkan organism, motivasi cenderung mengarah pada suatu tingkah laku tertentu.
Istilah motivasi sendiri baru digunakan pada awal abad ke dua puluh. Selama berates-ratus tahun pandangan utama para pakar filsafat dan teologi ialah bahwa manusia adalah makhluk rasional dan intelek yang memilih tujuan dan menentukan sederetan perbuatannya secara bebas. Nalarlah yang menentukan apa yang dilakukan oleh manusia dan konsep motivasi tidaklah perlu tapi pada abad ke XVII para pakar filsafat mulai meninggalkan konsep rasional dan beralih menganut pandangan mekanistik tentang prilaku.
Dan selama tahun 1950-an, para psikolog mulai meragukan dorongan dari motivasi sebagai penjelasan tentang semua jenis prilaku manusia. Bagi mereka organism tidak di dorong untuk beraktivitas oleh dorongan internal semata-mata, stimuli eksternal  yang di sebut  insentif juga memegang peranan penting dalam menggugah prilaku. Motivasi akan di fahami secara baik sebagai interaksi antara stimuli dalam lingkungan dan keadaan fisiologi dari organism tersebut.
Pendekatan yang lebih baru tehadap teori motivasi ini mefokuskan perhatian pada peran insentif, yaitu keadaan lingkungan yang menjadi motivasi bagi organisme. Suatu insentif positif menggugah organism itu untuk medekatinya dan insentif negative mengarahkan prilaku kea rah menjahuinya. Seseorang yang merasa haus, insentif positifnya akan mencari sesuatu yang dapat menghilangkan rasa hausnya yakni berupa air. Insentif negative akan menjauhkan seseorang dari suatu benda atau situasi yang dapat mengakibatkan rasa sakit.
B. motivasi dalam al-quran
Dr. Usmannajati melakukan penelitian motifdalam hal ini:
motiv fisiologis. Al –quran telah menemukan bahwa dorongn fisikologis dapat di kata gorikankan dalam hal sebagai berikut
  1. Dorongan untuk menjaga diri ( QS : an-nahl 80-81)
Artinya : 80.  Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).
81.  Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang Telah dia ciptakan, dan dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan dia jadikan bagimu Pakaian yang memeliharamu dari panas dan Pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).
  1. Dorongan untuk mempertahankan kelestarian hidup (QS : al-hujarat 13 dan al ahqshaaf 15 )

Artinya : Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Artinya : Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia Telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah Aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang Telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya Aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya Aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
C. Peran Motivasi Dalam Proses Dakwah
Motivasi mengandung tiga komponen pokok, yaitu menggerakkan, mengarahkan dan menopang tingkah laku manusia. Motivasi mengarahkan tingkah laku individu kearah suatu tujuan, menguatkan intensitas dan arah dorongan-dorongan dan kekuatan individu tersebut. Tujuan motivasi bagi seorang da’i adalah menggerakkan atau memacu objek dakwah (mad’u) agar timbul kesadaran membawa perubahan tingkah laku sehingga tujuan dakwah dapat tercapai. Selanjutnya seorang da’i dituntut untuk mengarahkan tingkah laku mad’u sesuai dengan tujuan dakwah kemudian menopng tingkah laku mad’u dengan mencipatakan lingkungan yang dapat menguatkan dorongan-dorongan tersebut. DAN  Penting bagi seorang da’i mengetaui motif-motif mendesak dari sasaran dakwahnya agar seorang da’i mampu menyesuaikan materi dakwah. Metode dakwah atau strategi dakwah yang tepat agar tujuan dakwah dapat tercapai..
            Wood worth mengklasifikasikan motif menjadi un-learned motives dan learned motives. Unlearned motives adalah motiv yang timbul di sebabkan oleh kekurangan-kekurangan atau kebutuhan-kebutuhan tubuh, seperti rasa lapar, haus, sakit. Sedangkan learned motives dapat berupa perasaan suka dan tidak suka. Aspek ini meliputi motif-motif untuk mendekatkan diri dan menjauhkan diri dari sesuatu.
Sedangkan menurut Fillmore H. Sanford; Melihat asal kata motivasi, yaitu yang berarti gerakan karenanya ia mengatakan motivasi sebagai kondisi yang menggerakkan suatu organisme yang mengarah kepada tujuan
Dan masih banyak pendapat-pendapat para psikolog dalam memberikan pengertian dan teori-teori tentang sudut pandang motivasi. Dan di tinjau dari sudut asalnya, para psikolog menggolongkan motif yang ada pada diri manusia ke dalam motif biogenetis dan motif sosiogenetis, atau motif yang berkambang pada diri manusia yang berasal darin organismenya sebagai makhluk biologis dan motif yang berasal dari lingkungannya. Motif biogenetis merupakan motif yang berasal dari kebutuhan organisme tertentu demi kelanjutan kehidupanya secara biologis. Motif biogenetis ini bercorak universal dan kurang terikat pada lingkungan kebudayaan tampat manusia itu berada. Sedangkan motif sosiogenetis adalah motif yang dipelajari manusia berasal dari lingkungan kebudayaan tempat manusia itu berada. Motif sosiogenetis tidak berkembang dengan sendirinya tapi berdasarkan interaksi dengan orang lain atau lingkungan
Disamping motif biogenetis dan sosiogenetis, tedapat penggolongan motif untuk menjelaskan motif manusia sebagai makhlluk berketuhanan, yaitu motif teogenetis. Motif teogenetis berasal dari interaksi antara manusia dengan tuhannya. dalam hal ini WA. Gerungan mengatakan bahwa kepercayaan kepada tuhan yang maha gaib adalah suatu tenaga motivasi yang paling kuat dalam masyarakat karena hal itu pada umumnya merupakan sumber kedamaian yang tahan lama, suatu dorongan keinginan untuk mempercayai_Nya adalah kekuatan pendorong yang potensional dalam kehidupan manusia
Dalam proses dakwah, motivasi sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan sentimen keagamaan dalam hidup kelompok, terutama di kalangan remaja. Sentimen keagamaan ini dapat berkembang bilamana didekati melalui sesuatu organisasi, klab-klab yang di jiwai dengan dakwah in Action dalam bentuk kegiatan seni budaya misalnya sandiwara, musik, keolahragaan, dan sebaginya.
Begitu juga dengan pesan dakwah yang di sampaikan oleh da’i, harus bisa membawak si mad’u hanyut dengan ajakan dakwah kita sehingga pesan dakwah kita di terima dan bisa dijalan kan oleh si mad’u dengan baik.
D.  5 KONSEP MOTIVASI DAKWAH
Berbicara tentang hakikat adalah berbicara sesuatu secara mendasar. Seorang penyanyi dangdut dengan lenggak lenggok erotik  di atas panggung menyanyikan lagu ajakan berbakti kepada Alloh SWT, adakah ia seorang da’i ? Jawabannya jelas, yaitu bahwa penyanyi itu membawakan lirik-lirik dakwah, tetapi pada hakikatnya ia tidak sedang berdakwah.  Dakwah bukan gebyar aktifitas dakwah banyak kita jumpai, tetapi hakikinya, itu belum tentu suatu dakwah, sebaliknya boleh jadi justeru kontra dakwah. Lalu dakwah itu apa? Hakikat dakwah bisa dilihat dari sang da’i, bisa juga dari makna yang dipersepsi oleh masyarakat yang menerima hanya bunyi kata-kata, tetapi ajakan psikologis yang  bersumber dari jiwa da’i. Gebyar- dakwah.

  1. Dakwah sebagai tabligh. Tabligh artinya menyampaikan, orangnya disebut muballigh. Dakwah sebagai tabligh wujudnya adalah muballigh menyampaikan materi dakwah (ceramah) kepada masyarakat. Materi dakwah bisa berupa keterangan, informasi, ajaran, seruan atau gagasan. Tabligh biasanya dilakukan dari atas mimbar, baik di masjid, di majlis taklim atau di tempat lain. Pusat perhatian tabligh adalah pada menyampaikan, illa al balagh, setelah itu bagaimana respond masyarakat sudah tidak lagi menjadi tanggungjawab muballigh. Bagi masyarakat, tabligh yang tidak jelas hanya bermakna bunyi-bunyian, tabligh berupa informasi akan menghasilkan pengertian, tabligh berupa renungan bisa menjadi penghayatan, dan dakwah berupa gagasan bisa menggelitik masyarakat untuk terus berfikir. Bagi muballigh, menyampaikan materi pesan Islam yang ia sendiri tidak faham, pada hakikatnya ia adalah kaset yang tak berjiwa. Kekuatan tabligh adalah jika sang muballigh benar-benar menjadi fa‘il (subyek), menjadi pelaku yang merasa ter¬panggil tanggung jawabnya untuk melakukan tabligh. Banyak muballigh yang tidak menjadi fa‘il, tetapi menjadi maf‘ul (obyek), Ia tidak memiliki program tetapi diprogram oleh orang lain. Ia hanya bekerja memenuhi pesanan pasar, yakni menunggu undangan tabligh. Fa‘il jelas prestasinya, tetapi maf‘ul susah diukur prestasinya.
  2. Dakwah Sebagai Ajakan. Orang akan tertarik kepada ajakan jika tujuannya menarik. Oleh karena itu da’i harus bisa merumuskan tujuan kemana masyarakat akan diajak. Ada dua tujuan, makro dan mikro. Tujuan makro cukup jelas yaitu mengajak manusia kepada kebahagiaan dunia akhirat. Da’i dan muballigh pada umumnya tidak pandai merumuskan tujuan mikro, tujuan jangka pendek yang mudah terjangkau, yang menarik hati masyarakatnya.
  3. Dakwah sebagai pekerjaan menanam. Berdakwah juga mengandung arti mendidik manusia agar mereka bertingkahlaku sesuai dengan nilai-nilai Islam. Mendidik adalah pekerjaan menanamkan nilai-nilai ke dalam jiwa manusia. Nilai-nilai yang ditanam dalam dakwah adalah keimanan, kejujuran, keadilan, kedisiplinan, kasih sayang, rendah hati dan nilai-akhlak mulia lainnya. Laiknya pekerjaan menanam, benihnya harus unggul, tanahnya harus subur, disiram dan dijauhkan dari hama serta butuh waktu lama hingga benih itu tumbuh berkembang menjadi rumput hijau yang indah atau menjadi pohon tinggi yang rindang dan berbuah. Guru di sekolah (dan lembaga pendidikkannya)  adalah da’i yang berdakwah berupa menanam. Sudah barang tentu tidak semua guru menjadi da’i. Guru yang da’i adalah guru yang sudah bisa menjadi pendidik, bukan guru yang sekedar menjadi pengajar. Pengajar hanya mentransfer pengetahuan, sedangkan pendidik mentranfer pola tingkah laku atau kebudayaan.
  4. Dakwah berupa akulturasi budaya. Dakwahnya Wali Songo di Pulau Jawa merupakan contoh konkrit dakwah akulturasi budaya. Para Wali tidak mengubah bentuk-bentuk tradisi masyarakat Jawa, tetapi mengganti isinya. Tradisi selamatan tiga hari, tujuh hari, seratus hari, dulunya adalah tradisi masyarakat Jawa jika ada keluarganya yang meninggal dunia. Dalam acara itu diisi dengan begadang, makan, judi dan minuman keras. Oleh para wali, bentuknya dipertahankan, makannya dipertahankan tetapi yang maksiat diganti dengan hal-hal yang Islami, yakni membaca kalimah-kalimah tahlil. Makananyapun diganti berupa nasi tumpeng yang melambangkan tauhid, dan setiap orang pulang dari tahlilan dengan membawa brekat (berkah). Dengan akulturasi budaya, orang Jawa tanpa disadari kemudian telah menjadi Islam. Kelemahannya, sinkretisme tidak bisa dihindar.
  5. Dakwah berupa  pekerjaan membangun. Secara makro dakwah juga bermakna membangun, membangun apa? Sebagaimana dicontohkan dalam sejarah, dakwah juga bisa dimaksud untuk membangun tata dunia Islam (daulah Islamiyah), lebih kecil lagi membangun negara Islam (nasional), lebih kecil lagi membangun masyarakat Islam atau Islami, dan lebih kecil lagi membangun komunitas Islam. Dalam membangun sering tak bisa menghindar dari membongkar bangunan lama, dan ini sering bermakna konflik. Laiknya pekerjaan mendirikan bangunan, dakwah dalam bentuk membangun harus melalui tahapannya. Pertama ada desain atau maket dari bangunan yang akan didirikan. Kedua, harus dilakukan uji tata guna tanah (land use), dalam hal ini budaya setempat, yang akan menjadi pijakan berdirinya sebuah bangunan. Pekerjaan pertama dan kedua bisa bertukar tempat urutannya, artinya ada konsep dulu baru mencari tempat atau konsep dibangun sesuai dengan keadaan tanah. Ketiga, harus ada tenaga ahli, dari arsitek hingga kenet tukang batu, dan keempat tersedianya bahan bangunan. Membangun negara Islam tanpa konsep yang telah diuji sahih hanya akan melahirkan madlarrat, sebagaimana juga membangun tanpa tenaga ahli dan biaya. Bagi kaum muslimin Indonesia, yang paling relevan adalah membangun komunitas Islam dan masyarakat Islam atau masyarakat Islami, karena Indonesia tanahnya (budayanya) kondusif, konsepnya tinggal menyempurnakan, tenaga SDM nya relatif ada dan biaya tidak terlalu mahal.
KESIMPULAN

Dengan adanya motivasi dalam dakwah merupakan kekuatan yang mampu menghibnotis dan mewujukkan manusiamemenuhi harapan, kita dapat menyimpulkan dengan adanya moyivasi dalam dakwah ini adanya sebuah perubahan pemikiran dalam diri seorang individu yang di tandai dengan dorongan yang efektif dan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan dekwah.
DAFTAR PUSTAKA
 
 
Muchin Lalu Efendi. Psikologi Dakwah. Jakarta : Kencana. 2006

Arifin Muhammad. Psikologi Dakwah. Jakarta : Bumi Aksara.
1991

Bahm J Archie. What Is Science. New Mexico : World Book. 1980

Dermawan Andy. Metodologi Ilmu Dakwah. Yogyakarta : Lefsi. 2002

Azwar Saiful. Penyusun Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 1999
 

Makalah Analisa SWOT

KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah S.W.T karena dengan nikmat dan karunia-Nya Penulis dapat menyusun Makalah ini dengan baik dan sesuai pada waktu yang ditentukan.
            Penulisan makalah ini merupakan salah satu syarat untuk memenuhi nilai mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD).
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ucapan terima kasih ditunjukan kepada :
  1. Kepada ALLAH SWT, yang telah memberikan perlindungannya.
  2. Bapak Muhammad Burhan Amin, selaku dosen  mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD).
  3. Orang tua, yang selalu memberi dukungan kepada  penulis baik itu dukungan moril maupun dukungan  materiil.
  4. Serta rekan – rekan kelas 1KA33 yang selalu memberi dukungan dan motivasi serta saran  - saran yang membangun  kepada penulis. 

Demikian makalah ini penulis susun, semoga dapat bermanfaat khususnya bagi diri penulis dan pihak – pihak yang terkait pada umumnya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan  kritik sehingga makalah ini dapat lebih baik lagi.
                                                                                    
     Bekasi, 16 maret 2012



                   Rayhan Imam Irfa'i



DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN                                                                              i
KATA PENGANTAR                                                                                       ii
DAFTAR ISI                                                                                                       iii

BAB I       PENDAHULUAN                                                                            1
                  1.1       Latar Belakang                                                                        1
                  1.2       Tujuan                                                                                    2
                  1.3       Sasaran                                                                                   2

BAB II      PERMASALAHAN                                                                         3
2.1              Kekuatan (STRENGTH)                                                        3
2.2              Kelemahan (WEAKNESS)                                                    4
2.3              Peluang (OPPORTUNITY)                                                    4
2.4              Tantangan atau Hambatan (THREATS)                                 5

      BAB III    KESIMPULAN DAN REKOMENDASI                                      6
3.1              Kesimpulan                                                                             6
3.2              Rekomendasi                                                                           6

      REFERENSI                                                                                                       7
                       


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai kebudayaan local yang telah tercipta sejak Negara Indonesia tercipta. Kebudayaan Indonesia berasal dari berbagai unsur – unsur budaya  masyarakat yang ada di Indonesia. Kebudayaan di Indonesia sangat beragam  jenisnya sesuai dengan daerah asalnya baik pakaian, music, lukisan, tarian, bahkan norma – norma adat yang ada di Indonesia yang sampai saat ini masih sering kita jumpai.
Namun di era globalisasi seperti saat ini, kebudayaan di Indonesia mulai memudar karena adanya pengaruh dari budaya asing dengan berbagai bentuk yang unik yang dikemas secara modern sehingga disukai para pemuda Indonesia. Tetapi disamping itu budaya – budaya asing mempunyai dampak dan pengaruh untuk Negara Indonesia.
Seperti pada perdagangan di Indonesia dipengaruhi oleh kebudayaan dari tionghoa karena adanya interaksi antara pedagang – pedagang tionghoa dengan pedagang – pedagang nusantara. Selain itu banyak pula perantau – perantau tionghoa yang menetap dan menikahi wanita – wanita Indonesia yang menghasilkan perpaduan yang unik .
Lalu budaya arab dalam penyebaran agama islam serta persinggahannya di Indonesia dalam perjalanan perdagangan menuju tiongkok.
Serta kebudayaan barat dan eropa yang muncul sejak masa penjajahan yang sangat mempengaruhi dan membentuk kebudayaan di Indonesia yang modern seperti pada kemajuan IPTEK , sistem social, sistem organisasi dan sebagainya.
Pengaruh kebudayaan asing meninggalkan dampak bagi kebudayaan lokal. Baik dampak yang baik maupun dampak yang buruk. Maka sebagai generasi penerus bangsa, para pemuda harus dapat dapat menjaga diri dari kebudayaan asing yang dapat membawa dampak negative bagi kebudayaan lokal dan juga dirinya sendiri.

1.2  Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas makalah Ilmu Budaya Dassr serta memenuhi persyaratan agar lulus dalam mata kuliah tersebut. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk memberikan pandangan kepada masyarakat atas masalah – masalah yang timbul saat ini.
Lalu menciptakan budaya santun dan ramah yang tercipta dari kebudayaan local yang harus di terapkan pada diri masyarakat serta di ajarkan kepada para anak – anak mulai dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat perguruan tinggi agar para warga asing dapat mengenal kebudayaan kita dengan baik. Serta mengajarkan kepada para siswa – siswa tersebut untuk turut melestarikan kebudayaan yang sudah ada.
Maka peran para pemuda dalam hal ini sangat penting untuk menjaga kelestarian kebudayaan agar tidak luntur dan  juga menjaga agar  bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang kaya akan budaya.
1.3 Sasaran
Makalah ini disusun untuk seluruh pembaca agar para pembaca mengetahui pentingnya persatuan serta peran mereka untuk turut menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia serta menerapkan sikap ramah tamah agar begara Indonesia menjadi Negara yang santun.
Peran para generasi muda sangat penting untuk melestarikan kebudayaan bangsa karena, kebudayaan merupakan warisan yang haru kita jaga dengan sebaik – baiknya.



BAB II
PERMASALAHAN
Persatuan adalah satu kata yang sangat penting untuk suatu negara. Tidak adanya persatuan dalam suatu negara dapat menghancurkan negara tersebut, termasuk pula untuk upaya melestarikan kebudayaan kita harus memiliki rasa persatuan agar dapat menjaga kebudayaan kita sehingga tidak di akui oleh negara – negara yang tidak bertanggung jawab.
Pada era globalisasi saat ini, indonesia manjadi negara yang terbuka. Maksudnya terbuka disini adalah negara indonesia menerima semua masukan termasuk masukan dari kebudayaan asing, sebagai masyarakat kita harus pandai memilih agar tidak terpengaruh kepada kebudayaan asingyang membawa kita ke dalam sesuatu yang buruk .
Analisa SWOT (strength, weakness, opportunity, threats) adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif . deskriptif disini adalah memberi gambaran tentang apa yang dilakukan. Analisa SWOT adalah semata – mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk memberikan gambaran tentang situasi yang sedang di hadapi.
Berikut beberapa komponen yang dimiliki oleh analisa SWOT :
a.       Kekuatan  (Strength)
Merupakan kondisi kekuatan dari kebudayaan Indonesia
b.      Kelemahan (Weakness)
Merupakan kondisi kelemahan dari kebudayaan Indonesia
c.       Peluang (Opportunity)
Merupakan kondisi kesempatan dari kebudayaan Indonesia
d.      Hambatan  ancaman (Threats)
Merupakan kondisi ancaman dari kebudayaan Indonesia

2.1 STRENGTH (Kekuatan)
·         Unsur kebudayaan yang unik
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan kebudayaan. Kebudayaan tersebut memiliki unsure – unsur yang unik yang menjadi symbol dari suatu daerah dimana kebudayaan itu berasal missal seperti baju batik yang banyak berasal dari daerah pekalongan dan jogja, alat music kolintang yang berasal dari daerah Kalimantan dan masih banyak kebudayaan lainnya yang menarik wisatawan asing untuk mempelajari kebudayaan Indonesia lebih dalam lagi.
·         Meningkatnya ekonomi Negara
Banyaknya wisatawan asing yang dating ke Indonesia dapat meningkatkan pendapatan dan devisa Negara untuk mensejahterakan masyarakat, dengan catatan tidak adanya kecurangan. Maksudnya kecurangan disini adalah adanya manipulasi ekonomi yang sekarang marak beredar dan di bicarakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
·         Sikap Menghargai
Indonesia merupakan Negara yang sangat menghargai perbedaan dna sikap tersebut sangat di sukai oleh masyarakat di seluruh dunia termasuk Negara Indonesia sendiri.

2.2 WEAKNESS (Kelemahan)
  • ·         Minat
          Kurangnya minat masyarakat terhadap kebudayaan akan mempengaruhi usaha dalam pelestarian
          kebudayaan
  • ·         Perpecahan
         Maraknya perseteruan dan pertengkaran antar suku di Indonesia dapat mengahambat usaha pelestarian kebudayaan
·         Kepedulian
Kurangnya kepedulian terhadap kebudayaan mengakibatkan dicurinya kebudayaan bangsa Indonesia oleh Negara lain yang kemudian kebudayaan tersebut di akui sebagai miliknya
·         Tingkat kesadaran
Tingkat kesadaran masyarakat indonesia terhadap kebudayaan negeri sendiri cenderung masih kurang karena masyarakat Indonesia lebih memilih kebudayaan asing yang mereka anggap lebih praktis dan modern.

2.3 OPPORTUNITY (Peluang)
·       Pandangan dunia
Dunia memandang Indonesia kaena kebudayaan yang Indonesia miliki. Apabila kebudayaan tersebut dapat dijaga dengan baik maka Indonesia akan dipandang sebagai Negara yang dapat menjaga identitasnya di mata dunia
·       Kemajuan pariwisata
Indonesia memiliki kebudayaan yang unik dan menarik di mata dunia. Oleh sebab itu, wisatawan asing sering berkunjung ke Indonesia .
·     Alat pemersatu
Kebudayaan dapat menjadi alat pemersatu bangsa Indonesia yang saat ini sedang mengalami perpecahan dan perselisihan.
·      Banyaknya acara kesenian
Dewasa ini banyak acara – acara yang menampilkan berbagai macam kebudayaan dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, hal ini dapat menarik minat para wisatawan untuk mempelajari kebudayaan yang ada di Indonesia serta menarik para wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia .

2.4 THREATS (Hambatan)
·         Budaya Asing
Masuknya budaya asing membawa pengaruh yang sangat besar terhadap kebudayaan Indonesia karena dengan adanya pengaruh budaya asing, kebudayaan Indonesia terancam punah dan menghilang.
·         Ketidakpedulian
Ketidakpedulian masyarakat terhadap kebudayaan merupakan hambatan dalam pelestarian kebudayaan
·         Perkembangan jaman
Perkembangan dan kemajuan teknologi yang sangat pesat mempengaruhi masyarakat dan  masyarakat melupakan kebudayaan .
·         Minat
Kurangnya minat masyarakat untuk mengenal budaya lokal. Masyarakat lebih memilih mempelajari kebudayaan asing karena lebih modern.
·         Sosialisasi
Kurangnya sosialisasi dari pemerintah menyebabkan masyarakat tidak mengenal kebudayaan di Negara mereka dan akibatnya kebudayaan di Negara Indonesia di curi oleh Negara – Negara yang tidak bertanggung jawab.


BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

3.1 Kesimpulan
            Sebagai masyarakat indonesia yang baik kita harus bekerjasama melestarikan  kebudayaan Indonesia . Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan tetapi apabila kita tidak dapat menjaganya kebudayaan itu akan hilang dan punah termakan oleh kemajuan yang terjadi saat ini.
            Sebagai generasi muda penerus bangsa, wajib mengenal dan mempelajari kebudayaan lokal agar kebudayaan yang ada di Indonesia tidak di curi oleh Negara lain serta Negara Indonesia dapat di akui sebagai Negara yang bertanggung jawab dalam menjaga identitas bangsa dengan adanya kebudayaan.
3.2 Rekomendasi
·         Mengadakan lomba – lomba yang dapat menarik minat generasi muda untuk mempelajari kebudayaan
·         Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk mensosialisasikan kebudayaan Indonesia kepada dunia termasuk di negaranya sendiri
·         Adanya program bantuan dari pemerintah dalam usaha pelestarian kebudayaan
·         Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih mencintai kebudayaan di Negara sendiri dibandingkan harus mencintai kebudayaan asing
·         Masyarakat di harapkan lebih selektif dalam memilih kebudayaan asing agar tidak terjerumus ke dalam kebudayaan asing yang tidak baik untuk dirinya.











Referensi

http://syafriliatriany.weebly.com/peran-budaya-daerah-memperkokoh-ketahanan-budaya-nasional.html

Selasa, 05 Juni 2012

Proposal Baktiku Untuk OKI Tanpa Narkoba



      LATAR BELAKANG


Pemuda harapan bangsa yang cerdas secara intelektual dan cerdas secara moral adalah impian masyarakat dan negara, guna terciptanya SDM yang handal yang bisa membangun negeri tercinta ini. Maka diperlukan
 pemuda-pemuda yang terdidik dan menyadari betapa pentingnya peran mereka sebagai penerima estapet pembangunan bangsa. Tetepi hal tersebut sekarang ini susah diwujudkan dikarenakan sudah sebagian pemuda negeri ini tidak sehat baik secara intelektual, moral maupun relegiusnya. Banyak hal yang mempengaruhi kondisi tersebut salah satu faktor yang cukup dominan yang membuat kerusakan pada para muda yaitu penyalah gunaan narkoba, belakangan ini sudah sangat memprihatinkan.
 Generasi muda khususnya para pelajar  merupakan sentral dalam penggerak segala aktifitas dalam upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berorientasi untuk mengembangkan dan mencerdaskan pemuda, dalam hal ini adalah pemuda sebagai pelopor bangsa yang sangat diutamakan pada generasi mendatang. Akan tetapi pemuda Indonesia sampai hari ini belum mampu untuk meneruskan cita-cita bangsa yang sangat mulia itu. Melihat realitas yang demikian itu maka, KOMPAK OKI yang notabene sebagai wahana pembelajaran atau pengkaderan pemuda ditingkatan bawah sampai pada tingkatan atas. Untuk mendidik dan memberikan peluang penuh bagi pemuda dalam meneruskan cita-cita bangsa dimana pemuda sebagai tonggak perjuangan bangsa Indonesia yang sangat mulia, KOMPAK OKI sebagai media untuk menimba berbagai ilmu dan pengalaman yang saling berbagi antar pemuda guna mencapai Sumber Daya Manusia asli OKI yang berkualitas. Didalam pengawalan dan peran kita sebagai pemuda harapan bangsa tidak diabaikan akan peran KOMPAK OKI tidak mudah putus asa semangat kita untuk menjalankan roda organisasi pengkaderan akan selalu membimbing bagaimana pemuda bergerak pada ranah pendidikan dan pencerahan untuk masyarakat, yang dalam hal ini adalah khusus pemuda pemudi kabupaten OKI.
 Dewasa ini sering kita lihat pada tataran konteks, bahwa pemuda masih bisa terperangkap untuk menggunakan obat-obatan terlarang, hal ini kemudian kecenderungan pemuda untuk melakukan aktifitas yang sangat terpuruk sehingga pemuda mengalami cacat dalam berpikir berjuta-juta kerusakan pada sel otak yang disebabkan terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan terlarang missal, narkotika, psikotropika, prekursor dan zat adiktif lainnya. Pemerintah berupaya agar bangsa Indonesia terbebas dengan narkotika dan obat-obatan yang dilarang oleh Negara. Peran aktif pemerintah untuk mewujudkan Indonesia tanpa narkotika ini tidak lepas dari kerja sama dengan lembaga-lembaga yang non pemerintahan, supaya bisa terjun secara langsung pada masyarakat.
KOMPAK OKI yang memiliki lembaga pengkaderan salah satunya peran yang sangat penting untuk melakukan perubahan dimuka bumi khususnya bumi Indonesia dan terkhusus lagi bumi bende seguguk ini. Peran pemuda dalam menghadapi penyalah gunaan narkoba yang terpenting untuk dikedepankan adalah bagaimana menata system pengetahuan, system
pendidikan dan system arah kebijakan pemerintah dan mengupayakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat betapa bahayanya penyalah gunaan narkoba tersebut. Problem penyalah gunaan narkoba ini sangat berpengaruh bagi pemuda.
kalau hal yang sangat urgen ini kemudian kita abaikan, pengaruh arus penyalah gunaan narkoba yang menjadi sasaran adalah pemuda yang memiliki basis banyak dan jelas, nah ini
dengan sangat mudahnya orang-orang yang memiliki kepentingan penyebaran narkoba akan mempengaruhi pemuda yang berbasis intelektualitas tinggi maupun sebaliknya.
            Melihat kondisi tersebut kami dari Komuniyas Pemuda Kabupaten OKI (KOMPAK OKI) terpanggil untuk memberikan suatu pencerahan kepada teman-teman pemuda di kabupaten OKI agar bisa mengetahui dan menyelamatkan diri dari pengaruh bahaya penyalah gunaan narkoba.





                                                                     TEMA
                                                                                                                                     

Program ini bertemakan “ Manifesto Pemuda dan pemudi OKI Dalam Mewujudkan Narkoba Jadi Musuh Bersama dan Selamatkan Generasi Penerus Bangsa“


     WAKTU DAN TEMPAT
                                                                                                                                         

Program ini di dilaksanakan di Kecamatan Sirah Pulau Padang, pada tanggal 7 Juli 2012 dimulai pukul 08.00 WIB dengan susunan acara.
Terlampir


     DASAR KEGIATAN



                              1. Aspirasi mahasiswa dan pemuda kabupaten OKI
2. Hasil rapat KOMPAK OKI
       3. Program Kerja KOMPAK OKI


                                                    DESKRIPSI PROGRAM



Acara ceremonial terdiri dari pembukaan dan penutupan yang diteruskan dengan penyuluhan dengan tema “ Manifesto Pemuda dan pemudi OKI Dalam Mewujudkan Narkoba Jadi Musuh Bersama dan Selamatkan Generasi Penerus Bangsa“ berbentuk diskusi dan dialog antara nara sumber dengan peserta yang dipadu oleh Moderator.
1. Penyuluhan tentang bahaya penyalah gunaan narkoba  yang bertujuan Agar memberikan solosi dimana pemuda telah terbelengu untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang dapat disembuhkan melalui media dari badan narkotika prov. Sumatra selatan, untuk mengupayakan dan memberikan peluang untuk berkreatif. Dimana peserta yang ikut serta dalm acara ini adalah anak-anak SMP, SMA dan Pengurus Karang Taruna kecamatan Sirah Pulau Padang, Pampangan, dan Jejawi
2. Acara jalan sehat dan orasi atau kampanye anti narkoba yang disuarakan oleh beberapa peserta jalan sehat. Peserta yang dilibatkan adalah masyarakat umum dari kecamatan Sirah Pulau Padang, Pampangan, dan Jejawi.









     SUSUNAN KEPANITIAAN

Terlampir


PENUTUP



Demikianlah proposal ini kami buat dengan harapan ke depan semoga program ini dapat terlaksana dan dapat bermanfaat. Atas kerja sama dari semua pihak, kami ucapkan terima kasih.

“KOMPAK UNTUK OKI“
INISIATOR KOMPAK OKI


  Ketua Pelaksana



  Imam Irfa’i al-Musidi
Sekretaris,



                    Resti Ayu Wulan Dari

Mengetahui,
Inisiator KOMPAK OKI



Eriyandi, S. Pd, M.Pd
























LAMPIRAN 1

Estimasi Kebutuhan Dana
A.    Biaya Masuk
No.            Uraian
Jumlah
1.      Kas KOMPAK OKI
Rp.          500.000,-
Total
 Rp.        500.000,-


B.     Biaya Keluar
No.                 Uraian
Volume
Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
Ket
1.      Kesekretariatan




-          Pembuatan dan penggandaan proposal
-          Pembuatan cocat panitia
-          Kertas HVS
-          Pembuatan Stample
-          Foto Copy surat menyurat
-          Pembelian tinta Print
-          Amplop surat
-          Cetak undangan Publikasi
Total                                                

30 Eksemplar
100 buah

10 rim
2 buah
-

10 kotak
100 buah
200 buah



Rp.   10.000,-
Rp.     5.000,-

Rp.   38.000,-
Rp. 200.000,-
-

Rp. 30.000,-
Rp.   1.000,-
Rp.   5.000,-



Rp.    300.000,-
Rp.    500.000,-

Rp.    380.000,-
Rp.    200.000,-
Rp.    500.000,-

Rp.    300.000,-
Rp.    100.000,-
Rp. 1.000.000,-

Rp.3.280.000,-

2.      Acara dan Humas





-          Batre kamera digital
-          Dokumentasi/media
-          Pamflet
-          Baliho
-          Spanduk
-          Komunikasi Panitia
-          Bendera
-          Trasportasi


Total                                      

-
-
1500 buah
2 buah
20 buah
-
200 buah
2 Bus


-
-
Rp.        2.000,-
Rp.    500.000,-
Rp.    100.000,-
-
Rp.     20.000,-
Rp. 1.500.000,-


Rp.      500.000,-
Rp.   2.000.000,-
Rp.   3.000.000,-
Rp.   1.000.000,-
Rp.   2.000.000,-
Rp.      500.000,-
Rp.   4.000.000,-Rp.   3.000.000,-

Rp. 15.000.000,-

3.      Perlengkapan pendukung





-          Baju kaos panitia

-          Sewa tempat
-          Sound System
-          Sewa Kursi
-          Perawatan tempat

-          Hiburan/tari/band
-          Tenda & Meja
-          panggung



Total    

100 buah

-
-
600 buah
1 hari

3
5 unit
1 unit

Rp.        30.000,-

-
-
Rp.          2.000,-
Rp.      100.000,-

Rp.      500.000,-
Rp.      700.000,-
Rp.   1.000.000,-

Rp.   3.000.000,-

Rp.   4.000.000,-
Rp.   2.000.000,-
Rp.   1.200.000,-
Rp.      100.000,-

Rp.   1.500.000,-
Rp.   3.500.000,-
Rp.   1.000.000,-


Rp.11.000 .000

Konsumsi





-       Snack peserta + Panitia
-       Snack Undangan
-       Makan siang panitia
-       Makan Siang Undangan
-       Air mineral gelas
-       Air mineral botol
Total

700 Orang
30 Orang
100 0rang
10 orang
10 dus x 2
5 dus


Rp.   5.000,-
Rp. 15.000,-
Rp. 15.000,-
Rp. 50.000,-
Rp.   5.000,-
Rp. 25.000,-

Rp.  3.500.000,-
Rp.     450.000,-
Rp.     150.000,-
Rp.     500.000,-
Rp.  1.050.000,-
Rp.   3.150.000,-
Rp. 8.800.000,-

4.      Keamanan (2 hari)
5.      P3K
Ls
Ls
-
-
Rp.     1.000.000,-
Rp.     1.000.000,-


        Total                                                                                                 Rp.  40.080.000,-

Jumlah dana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan adalah sebesar
Rp. 40.080.000 – Rp. 500.000 = Rp. 39.580.000,-

Palembang, 2 Juni 2012
                        Ketua Pelaksana,


Imam Irfa’i al-Musidi


    Bendahara,


    Muhammad Anwar

Mengetahui,
Inisiator KOMPAK OKI



Eriyandi, S. Pd,M.Pd
























DRAF ACARA

Baktiku Untuk OKI Tanpa Narkoba
“ Manifesto Pemuda dan pemudi OKI Dalam Mewujudkan Narkoba Jadi Musuh Bersama dan Selamatkan Generasi Penerus Bangsa“


NO
WAKTU
ACARA
KETERANGAN
01
06.00-08.30
Pelepasan Peserta Jalan Santai Oleh Bupati OKI
-PAN-PEL
02
09:00-12:00






Registrasi Peserta
Launcing  Acara
Tari Tanggai
Ø  Pembukaan Acara
Ø  Indonesia Raya
Ø  Laporan Ketua Pelaksana
Ø  Kata  Sambutan
ü  INISIATOR KOMPAK OKI
Ø  Pembacaan Ikrar  Janji seluruh peserta dan simpatisan KOMPAK OKI tentang anti narkoba
Ø  Penyuluhan Bahaya Penyalah Gunaan Narkoba
Ø  Pembagian Pemenang Undian Jalan Santai
Ø  Penutup

- PAN-PEL


-MC
-Paduan Suara
- Imam Irfa’i al-Musidi

-Eriyandi,S.Pd
-Eriyandi,S.Pd


- Tim BNNP Sumatra selatan
-PAN-PEL
-MC

03



12:00-13:00

Ø  Musik Kreasi Pemuda OKI
Ø  Do’a
Ø  Penutup
-Tim kreasi seni pemuda OKI
-
-PAN-PEL




















Palembang, 22 Mei 2012
Nomor        : 04/B/PKK OKI/KOMPAK OKI/IV/2012
Perihal        :
Lampiran    :1 Berkas
                                                                                         Kepada
                                                                                         Yth. 
                                                                                                           Di – 
                             Kayuagung   
                              
Dengan Hormat,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Segala puji hanya bagi Allah SWT, Rabb Semesta Alam. Sholawat teriring salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW berserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya yang istiqamah hingga akhir zaman.
Sehubungan dengan akan diselenggarakannya kegiatan Baktiku Untuk OKI Tanpa Narkobaoleh Komunitas Pemuda Kabupaten OKI (KOMPAK OKI) dengan tema “ Manifesto Pemuda dan pemudi OKI Dalam Mewujudkan Narkoba Jadi Musuh Bersama dan Selamatkan Generasi Penerus Bangsa“
yang Insya’ Allah akan dilaksanakan pada :
         Hari/Tanggal         : Sabtu / 07 Juli 2012
         Pukul                     : 07.00 WIB s.d 15.00 WIB
         Tempat                  : Lapangan Kecamatan Sirah Pulau Padang
Maka kami mohon kepada Bapak/Ibu agar kiranya dapat berkenan memberikan bantuan dan sumbangsinya demi kesuksesan acara ini sebagaimana terlampir dalam proposal.
 Demikianlah permohonan ini kami sampaikan, besar harapan kami agar kiranya Bapak dapat memenuhinya. Atas  perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Hormat Kami,

Hormat Kami,
PANITIA PELAKSANA
Baktiku Untuk OKI Tanpa Narkoba


  Ketua Pelaksana



  Imam Irfa’i al-Musidi
Sekretaris,



                     Resti Ayu Wulan Dari

Mengetahui,
Inisiator KOMPAK OKI



Eriyandi, S. Pd,M.Pd






SUSUNAN KEPANITIAN
Baktiku Untuk OKI Tanpa Narkoba

PANITIA PELAKSANA (OC)

Ketua Pelaksana     : Imam Irfa’i al-Musidi
Sekretaris                : Resti Ayu Wulan Dari
Bendahara                : Muhammad Anwar



Seksi-Seksi
1. Seksi Acara                                  
      Koordinator                                :     Ades Panungkas                      
      Anggota                                        :     Yoyok Handoko
                                                                     Mefta Huljannah
                                                                     Ahmad Novi
                                                                     M. Amin
                                                                     Muharom
                                                                     Ari Susanti
                                                                     Amir Sarifudins

2. Konsumsi
      Koordinator                                :     Riza Agustina
      Anggota                                        :     Suryani Sudono
                                                                     Ita Ambrrana
                                                                     Selpi pandasari
                                                                     Angga Abubari
                                                                     Sugandi
                                                                     Vina Septiani
                                                                    
3. Humas, Pub dan Dok               
      Koordinator                                :     Elvian Hendriadi
      Anggota                                        :     Zazili
                                                                     Nizar
                                                                     Zulkipli
                                                                     Imam
                                                                     Yudistira
                                                                     Iin Fatmasari
                                                                     Kiki
                                                                     Fitriani
                                                                     Darwin Lestari
                                                                     Beni Saputra

4. Perlengkapan
      Koordinator                                :     Risdi
      Anggota                                        :    Rapiko Sandro
                                                                     Adik Joko
                                                                     Septa Wiharja
                                                                     Ari Zona
                                                                     Farlan Sidik
                                                                     Ria Meliana
                                                                     Budina Sofian



5. Kesetariatan
      Koordinator                                :     Hawany Purnamasari
      Anggota                                        :     Haidar Wati
                                                                     Rona Silvia nasra
                                                                     Novia
                                                                     Akmadi
                                                                     Rosidah